Monday, April 14, 2014
One Step Closer - Pengalaman Wawancara Beasiswa LPDP 2014
udah dua hari ini galau banget mikirin jawaban-jawaban dan spekulasi spekulasi semu di otak akibat wawancara beasiswa yang hasilnya entah kapan akan diketahui.. namun dari pada galau berkelanjutan meningan gw nulis, karena nulis merupakan terapi galau yang sangat efektif
begini ceritanya....
Teringat ketika pertengahan bulan Januari 2014, ditengah malam buta di Kota Oslo yang saat itu masih Musim Dingin, aku yang saat itu ditugaskan untuk menemani para delegasi dari Jakarta, ikut menginap di Wisma Duta KBRI Oslo, para tamu menginap di lantai atas, sementara aku menginap di lantai bawah sendirian, suasanya yang sunyi membuat aku berpikir "ah dari pada gue diem meningan gue nulis essay buat beasiswa LPDP" dengan bermodal pemikiran iseng itu, mulailah kuketik tiga buah essay yang berjudul "Sukses Terbesar Dalam Hidupku", "Peranku Bagi Indonesia", dan "Rencana Studi" yang merupakan syarat untuk diterima sebagai penerima Beasiswa LPDP (lebih jelasnya silahkan lihat www.lpdp.depkeu.go.id)
setelah mengunggah semua dokumen dan essay, aku menunggu, satu bulan.. dua bulan kunjung tidak ada kabar bahkan sampai bulan maret 2014 aku tidak kunjung mendapatkan undangan untuk wawancara walaupun di akun LPDP tertulis bahwa aplikasi beasiswaku sudah di proses pada bulan Februari 2014. disana aku berpikir "ah sudahlah, mungkin bukan rejeki gue". dari situ aku sudah mulai tidak menunggu kabar lagi karena kemungkinan besar aplikasiku di tolak. lalu pada tanggal 7 April 2014, tepat jam 6 pagi ketika aku membuka mata, seperti biasa hal yang pertama aku lakukan adalah mengecek Handphoneku, "eh ada 3 email masuk", aku yang tadinya masih mengantuk langsung terbelalak ketika melihat tulisan (LPDP)-Informasi Wawancara Calon Penerima Beasiswa, Alhamdulillah bersyukur kepada Allah sang pencipta karena Dia mendengarkan doa-doa dan mimpi-mimpi seorang anak bangsa ini.
pada tanggal 9 April 2014 Aku mendapatkan Undangan resmi berupa list calon penerima beasiswa, aku mendapat giliran wawancara pada hari Sabtu, jam 9:20 WIB yang berarti pukul 4:20 waktu Oslo, saat itu perasaan sudah mulai tak menentu. ku buka lagi essay yang telah ku buat, kubaca berkali-kali rencana studi yang telah aku buat agar aku dapat berargumen dengan percaya diri di depan para interviewer nanti, didalam hati aku terus berkata "bismillahirrohmanirrohiiim, ya Allah untuk kali ini mohon dengarkan impian hambaMu ini"
tanggal 11 April, sehari sebelum wawancara pulang kantor tepat pukul 5 sore dengan tujuan untuk tidur agar dapat bangun tepat pukul 3 dini hari pada tanggal 12, ku coba pejamkan mata tapi tidak bisa.. sampai jam 11 Malam aku masih terbangun karena kepikiran apa nanti yang harus aku katakan, serangkaian kata perkenalan dalam bahasa inggris telah aku siapkan, juga rangkaian jawaban tentang rencana kegiatan yang aku lakukan jika lulus s2 nanti", tapi jam 11 akhirnya aku teler juga.. sampai jam 3 Alarm handphone ku berbunyi.. tak lama kemudian miss call dari Ibuku juga berdering, ibuku memang wanti-wanti agar jangan kebablasan, sehingga beliau sengaja meneleponku agar anaknya dapat di wawancara tanpa ada masalah.
Saat itu aku pakai baju yang terbaik yang kupunya, tak lupa minyak wangi, walaupun sebenarnya mereka tidak akan mencium aroma apapun karena wawancara dilakukan melalui teleconfrence hehe..tapi PD aja.
akhirnya waktu menunjukkan pukul 4:20, tapi aku tak kunjung mendapatkan telepon dari pihak LPDP melalui skype, aku mulai galau, namun kegalauanku hilang ketika pukul 4:38 tiba-tba ada incoming call masuk dari LPDP, dengan mengucap bismillahirrohmanirrohim aku angkat telepon itu.
jreeng.. terlihatlah 3 orang pewawancara, 2 orang diantaranya adalah pria sepertinya dosen dan satu orang adalah wanita yang sangat ramah menyapaku, setelah melakukan cek suara dan tidak ada masalah tanpa basa basi mereka langsung memintaku untuk memperkenalkan diri, setelah itu mereka bertanya mengenai hal-hal yang tertulis dalam essay seperti apa kontribusi anda untuk Indonesia, Seberapa besar chance anda untuk diterima di universitas, juga mengenai keuntungan mempelajari bidang studi yang akan saya ambil, selain itu satu orang wanita yang tampaknya seorang psikolog juga menanyakan hal-hal pribadi seperti tempat aku bekerja dulu, beliau bertanya mengapa aku bekerja di restoran cepat saji dan pekerjaan orang tua dan sebagainya. wawancara berlangsung selama 28 menit, lebih cepat dari yang dijadwalkan 45 menit.
terakhir pewawancara mengucapkan "semoga sukses"yang aku interpreteasikan ke berbagai hal dan ini sangat menggalaukan haha
saat ini aku menunggu pengumuman dari pihak LPDP , apapun hasilnya.. bismillahirrohmanirrohiiim semoga itu yang terbaik untuk jalanku di masa yang akan datang.. namun apapun hasilnya aku akan tetap berbakti untuk negeri tercinta, Indonesia
Subscribe to:
Posts (Atom)