Wednesday, September 30, 2015

Fenomena Pariwisata Ramah Muslim di Jepang

Jepang merupakan negara yang dikenal unik karena perpaduan budaya tradisional dan modern yang berasimilasi secara harmonis yang sangat dipengaruhi oleh agama Buddha dan Shinto yang singgah di jepang sejak ratusan tahun lalu.

Namun, saat ini di Jepang, "Muslim Friendly Tourism" atau dalam bahasa jepang dikenal dengan kata "Musurimu Omotenashi" sedang menjamur di jepang. Sebagai buktinya, saat ini kita dapat melihat restoran halal atau ramah muslim di tempat yang banyak dikunjungi turis. Tidak hanya itu, kita juga dapat dengan mudah menemukan Mushala di Bandara besar sepeti Narita dan Kansai Airport dan Stasiun besar seperti Osaka Stasion. Selain itu, Saya juga telah banyak mengunjungi seminar yang diselenggarakan untuk menyambut muslim turis di berbagai kota seperti di Osaka dan Kyoto di mana para pebisnis Jepang sangat antusias untuk menyambut tamu Muslim. Menurut mereka, permintaan terhadap makanan halal terus meningkat dari hari ke hari. Ini merupakan fenomena baru yang tidak ditemukan di Jepang dalam beberapa tahun kebelakang.  Lalu, Mengapa Jepang menjadi negara yang ramah Muslim?, menurut pengamatan saya sebagai seorang awam, terdapat dua faktor yang menjadi penyebab mengapa Jepang mulai mengusung konsep Wisata Ramah Muslim (Halal Tourism).

Faktor yang pertama, Jepang ingin meningkatkan perekonomian mereka melalui sektor pariwisata. Hal ini telah dibuktikan dengan pembebasan Jepang untuk beberapa negara di Asia tenggara, termasuk Indonesia yang telah dibebaskan dari persyaratan visa untuk masuk ke Jepang (dengan menggunakan Paspor Elektronik) pada bulan Juni 2014. Indonesia merupakan pasar empuk bagi Jepang dengan jumlah penduduk 250 juta Jiwa dan memegang status sebagai Negara dengan jumlah Muslim terbesar di dunia. Setelah regularsi pembebasan visa diberlakukan, menurut data terbaru yang dikerluarkan pada bulan Agustus 2015 dari JNTO (Japan National Tourist Organization), Jumlah wisatawan asing yang mengunjungi Jepang meningkat 63.8% dibandingkan dengan Agustus tahun lalu, Jumlah ini akan terus meningkat.

Alasan selanjutnya adalah Jepang ingin bersiap untuk menyambut jutaan manusia dari berbagai latar belakang yang diprediksikan akan datang ke Jepang seiring dengan terpilihnya kota Tokyo sebagai tuan rumah untuk Olympic Games 2020. Terdapat total 1.6 Miliar muslim dari seluruh dunia yang membuat Jepang harus bersiap untuk menyambut arus ini.

Walaupun saat ini masih terlalu dini bagi Jepang untuk dikatakan sebagai negara ramah Muslim, mengingat dengan presepsi masyarakat tentang Islam yang masih lekat dengan terorisme dan kekerasan yang terbentuk karena pangaruh media masa, namun fenomena muslim friendly tourism ini merupakan suatu langkah besar bagi Jepang untuk menyandang status sebagai negara ramah Muslim


-YAA-


















No comments:

Post a Comment